Tren layar smartphone bergerak ke arah ukuran
yang semakin membesar. Tengok saja Galaxy Mega dari Samsung yang
memiliki ukuran layar super besar, mencapai 5,8 inci.
Produsen-produsen lain pun tak ketinggalan menelurkan perangkat berukuran
jumbo. Biarpun begitu, rupanya tak semua pemain
di industri ini rela tunduk pada tren tersebut. Contohya Motorola yang terang-terang menyatakan diri bakal melawan arus. Caranya dengan tidak membuat perangkat yang "lebih besar",
melainkan "lebih baik". "Ada orang yang
suka layar besar, tapi banyak juga yang ingin smartphone yang 'pas'. Saya pikir
'pas' di sini penting, makanya kami berencana ponsel agar tidak mengecewakan
orang-orang tersebut, "ujar kepada desain Motorola Jim Wicks, seperti
dikutip PC Magazine .
Motorola adalah produsen ponsel yang diakuisisi Google bulan Mei tahun 2012
lalu. Setelah merilis lini smartphone Razr berbasis Android, pabrikan ini
sekarang sedang merancang ponsel pintar baru di bawah "bimbingan"
Google. Kabarnya pula, smartphone Nexus seri
berikutnya dari Google bakal dibikin oleh Motorola.
Nah, supaya ukuran layarnya tetap memuaskan, Motorola berusaha
meminimalisir ukuran bezel (bingkai) di sekeliling layar. Tujuannya supaya layar bisa terlihat besar meskipun perangkatnya berukuran
kecil. "Ibaratnya TV saja, pasti Anda tak
mau menonton frame-nya," imbuh Wicks.
Bukan cuma meminimalisir ukuran, Motorola juga berusaha melawan arus lewat
penerapan beberapa hal lain, termasuk meminimalisir jumlah bloatware (software
pre-installed) dan menghindari "perang spesifikasi hardware ". "Kami percaya caranya adalah dengan lebih memikirkan konsumen,
bukannya spesifikasi. menggembar-gemborkan spesifikasi itu cara gampangnya,
saya pikir itu bukan jawaban," tukas Wicks. Seperti apakah smartphone "ideal" ala Motorola ini nanti? Mari kita tunggu kemunculannya.
Sumber : KOMPAS.com

No comments:
Post a Comment